Ujian Kesabaran itu Bernama Cinta

Suatu waktu beberapa orang sahabat menemui Rasul saw. Mereka hendak menyampaikan uneg-uneg tentang beberapa masalah. Sesampai di hadapan Rasul saw, mereka bertanya: “Wahai Baginda, kami mempunyai keinginan dan hajat yang hingga kini belum dikabulkanoleh Allah. Mohon sekiranya Baginda berkenan mendoakan kami agar keinginan dan hajat kami tersebut dikabulkan oleh Allah.”

Sambil tersenyum Baginda Rasul saw menjawab:” Pergilah ke desa A di daerah X, temuilah si Fulan dan mintalah ia mendoakan kalian. Mudah-mudahan tercapai keinginan kalian tersebut”.
“Baiklah ya Rasulullah, kami segera berangkat kesana”. Dan berangkatlah mereka menuju desa yang dituju yang ternyata lokasinya cukup jauh dari kota Madinah. Merekapun bertanya kepada warga desa tentang dimana rumah
si Fulan. Setelah diberi petunjuk, akhirnya mereka menemukan rumah yand dicari.

Betapa Terkejutnya mereka mengetahui bahwa si Fulan ternyata adalah seorang yang masih sangat muda dan belum berusia 20 tahun. Sebelumnya mereka berpikir
bahwa si Fulan ini tentu seorang yang telah berumur dan istimewa dalam hal ibadah sehingga doanya selalu ijabah.
“Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. ”
“Walaikumsalam, warahmatullahi wabarakatuh, siapakah gerangan wahai saudara-saudara ini?”
“Kami datang dari kota madinah hendak bertamu.”
“Baiklah, silakan masuk.”

Para sahabat ini semakin heran melihat keadaan si Fulan dan keluarganya yang terlihat biasa-biasa saja. Diam- diam mereka pun bersepakat hendak menyelidiki apakah
kelebihan yang dimiliki oleh si Fulan ini sehingga baginda Nabi saw bahkan menyuruh mereka menemui sang anak muda ini untuk minta didoakan.

Merekapun menginap beberapa waktu dan mengikuti proses kehidupan sehari-hari si Fulan yang tinggal hanya bersama ibunya itu, namun tidak menemukan sesuatu yang menurut pandangan mereka si Fulan ini mempunyai ibadah yang istimewa, baik sholatnya, puasa dan ibadah lainnya dibanding para sahabat di Madinah ataupun Mekkah.

Karena semakin heran, akhirnya mereka memutuskan untuk berterus-terang kepada tuan rumah perihal maksud sebenarnya kedatangan mereka.

Fulan hanya menunduk sambil menghela nafas. Ia lalu bercerita bahwa sekitar 1 atau 2 tahun yang lalu, ketika tersiar berita kedatangan rasul Allah yang telah dinanti
sejak lama, ibunya berkeinginan untuk menemui orang mulia tersebut.
Namun ibunya sejak lama menderita lumpuh dan ayahnya telah tiada. Sementara mereka sendiri tidak mampu untuk membeli unta atau kuda sebagai kendaraan

“Lalu bagaimana akhirnya ibumu dapat bertemu Rasulullah?”

“Saya akhirnya menggendong ibu saya,” tutur Fulan.

“Subhanallah, engkau menggendong ibumu dengan berjalan kaki dari sini menuju madinah?” (dalam jarak sekitar 300an km)..

“Di hadapan rasul, ibuku meminta kepada Allah agar mengabulkan segala permohonan dan doaku, yang kemudian doa ibuku itu diaminkan oleh baginda Rasul….”

****
Sahabat, membawa beban berat di punggung bukanlah perkara ringan, apalagi ketika beban tersebut harus dibawa beratus-ratus kilometer.
Seperti layaknya pendaki gunung, membawa perlengkapan dan perbekalan seberat 25-30 kilogram yang harus digendong di punggung sambil mendaki tanjakan yang terjal dan curam. Melewati hutan, Adalah semua itu untuk menguji kesabaran.

Selalu harus dimunculkan dalam benak kita, bahwa saya melakukannya demi satu kata ajaib, CINTA. Ya, ujian kesabaran dalam mengarungi kehidupan adalah makna lain dari jalan merengkuh cinta abadi.
Semua beban itu tidak ada yang abadi, seperti halnya dunia ini.

Sabar, bersabarlah! ! Tahan, bertahanlah, beban itu cuma sementara. Sebentar lagi semua ini akan berakhir. Segala beban itupun akan terasa tak berarti.
Segala cobaan, godaan itu hanyalah fana, terutama bila orang-orang terdekat tetap berada di-sisimu dan terus mendukungmu. Dan engkau akan mengecap manisnya
cinta Ilahi..

sumber : milis airputih dan http://myquran.org/forum/index.php/topic,44504.0.html

Muslimah Palestina, Sana Salah dari kota Bethlehem dipaksa membuka jilbabnya saat menjalani interogasi di penjara Israel Maskobeyya, Yerusalem.

Sana menyampaikan pengalamannya itu pada pengacara dari Palestinian Prisoner Club yang mengunjunginya di penjara hari Rabu kemarin.

Ia juga mengungkapkan, enam interogator Israel menginterogasinya selama delapan jam dengan kondisi tangan dan kakinya diikat. Selain itu, Sana mengalami tindak kekerasan saat diinterogasi. Para interogator Sana memukul, menampar dan mencaci maki Sana dengan perkataan yang tidak sopan.

“Saya sudah satu setengah bulan berada di penjara Maskobeyya. Selama 20 hari pertama di sini, saya tidak boleh berganti pakaian,” kata Sana. Ia mengeluhkan dadanya sering sakit dan mata kirinya tidak bisa melihat dengan jelas, akibat tindakan kasar para interogator Zionis.

Sementara itu, anggota legislatif Palestina dari Hamas, Muna Mansour sudah mendesak parlemen Palestina dan lembaga-lembaga terkait di Palestina untuk melakukan upaya serius guna membebaskan semua tawanan perempuan Palestina di penjara-penjara Israel. Muna mendesakkan hal tersebut setelah mengunjungi rumah-rumah perempuan Palestina di Ramallah, yang kini menjadi tawanan Israel.

Saat ini ada sekitar 11.600 warga Palestina yang menjadi tawanan Israel dan tersebar di 28 penjara Israel. Dari jumlah tawanan itu, 500 diantaranya adalah anak-anak Palestina berusia di bawah 18 tahun, 35 perempuan Palestina dan 41 anggota legislatif Palestina. (ln/PIC)

Menjadi Laskar Pelangi

Liputan6.com, Jakarta: Belum semua anak di Indonesia dapat menikmati pendidikan di sekolah. Sekolah masih menjadi barang mewah di negeri ini. Tengok saja anak-anak yang berada di pedalaman Wamena, Papua. Meski hanya bertempat di sebuah honai sederhana, mereka tetap semangat belajar mengenal angka dan huruf.

Asa mengenyam pendidikan juga dibangun Suku Orang Rimba di kawasan Taman Nasional Bukit 12, Jambi. Lebatnya rimba tak menyurutkan niat untuk belajar pada guru yang rutin mendatangi mereka. Pun demikian dengan anak-anak Yahukimo, Papua. Ena dan saudara-saudaranya rela berlari selama satu jam untuk mencapai SD YPK Martin Luther Yahukimo.

Perjuangan mendapatkan pendidikan dasar anak-anak itu seperti terwakili dalam film Laskar Pelangi karya Riri Reza dan Mira Lesmana yang terinspirasi dari novel berjudul serupa karya Andrea Hirata. Sebuah dinamika anank-anak miskin yang memiliki semangat belajar. Tentu saja dengan disokong semangat guru dengan idealisme tinggi.

Laskar Pelangi semestinya menjadi cerminan kondisi pendidikan di Indonesia saat ini. Sekitar 28 juta anak usia sekolah belum menikmati pendidikan layak. Film ini juga mengingatkan pemerintah akan tanggung jawabnya mensejahterakan dan mencerdaskan anak negeri. Terutama anak-anak dari keluarga miskin. Mereka yang miskin di negeri yang kaya ini.(TOZ/Tim Liputan 6 SCTV)

Kehilangan memang menyakitkan. Apapun yang terlepas, baik dalam konteks pribadi atau yang lebih luas, tentu terasa menyedihkan. Karena apa yang kita miliki lekat sebagai bagian dari hidup kita. Bahkan ketergantungan terhadapnya mungkin telah tercipta. Ketika itu dicabut atau hilang, kita merasa hilanglah sebagian dari diri kita. Maka sangatlah wajar kalau kemudian ada tangis, minimal kesedihan yang menggumpal di dada. Mungkin tangis ini bisa meringankan sebagian beban hati. Boleh jadi air mata pun bisa membasahi panas hati yang terasa tak menentu. Namun tangis saja tidaklah cukup. Mesti ada tindakan lain yang kita lakukan ketika didera musibah kehilangan. Alternatif dibawah ini mungkin bisa menjadi beberapa solusi.

1. Ingat Kembali Sebab Kehilangan Kita
Kita bisa kehilangan suatu benda. Kita pun bisa kehilangan akhlak dan ketaatan pada Allah yang dulu pernah kita miliki. Kita bisa kehilangan generasi. Mungkin banyak manusia berkualitas yang telah pergi mendahului, hingga kita merindukan mereka. Atau kita merasa kehilangan teman sejati, karena meski banyak teman di sekeliling, namun tak satupun yang sejalan dengan hati kita.

Masyarakat juga bisa kehilangan tokoh kharismatik yang dulu pernah mereka punyai. Negara mungkin kehilangan wilayahnya, juga kehilangan pejabat-pejabatnya yang jujur. Rakyat pun boleh jadi kehilangan rasa aman dan kedamaian. Semakin hari makin panjang daftar kehilangan ini. Maka kita perlu waktu sejenak untuk mengais masa lalu. Untuk mengetahui sebab-sebab kehilangan. Untuk melihat kembali apakah kehilangan itu karena kecerobohan, atau kelalaian kita mendidik generasi, hingga kita kehilangan pemimpin yang bisa diandalkan. Mungkin juga karena terlalu kuatnya sisi eksternal yang membuat kita “tidak berdaya”. Terlalu banyak yang merusak daripada yang membangun. Padahal seribu orang yang membangun dengan susah payah bisa dihancurkan oleh satu orang saja. Apalagi kalau yang membangun hanya kita sendirian sementara yang merusak berjumlah seribu.

Dengan melihat sebab kehilangan, kita bisa menemukan “obat” penawarnya. Bak seorang dokter yang sedang memeriksa pasiennya, yang mencoba mencari sebab pengganggu kesehatan, untuk memberikan obat yang sesuai. Dengan menemukan penawarnya, kita juga bisa memberitahu yang lainnya, agar bisa bersama-sama mencoba mengembalikan sesuatu yang hilang.

Generasi yang hilang boleh jadi disebabkan terlalu sibuknya kita dengan diri sendiri dan melupakan pendidikan mereka. Agar kita bisa mencegah terulangnya kehilangan ini, kita perlu segera menata kembali pranata itu. Kalau dulu kita kehilangan karena kurang perhatian atau masih ceroboh, kini kita harus lebih waspada. Kalau kehilangan itu dikarenakan kita meletakkan di tempat yang rawan, maka jauhi tempat itu. Jika kita harus berada di tempat itu maka kewaspadaan harus dilipatgandakan.

Kalau mata ini sulit menangis ketika membaca Al-Qur’an karena banyak tertawa, maka kurangilah tertawa. Kalau anak-anak terlalaikan karena terlalu banyak mendengarkan kidung cinta yang tertuju bukan pada Rabbnya, maka jauhkanlah kidung itu dari mereka.

Penulis Tarikh Daulah Utsmaniyah menutur-kan sebab runtuhnya daulah besar ini. “Tidak ada kemampuan yang memadai, tidak ada kejujuran dan keikhlasan sebagian menterinya. Inilah yang menyebabkan negara berada di jurang kehancuran. Andai saja para menteri meletakkan kemajuan negara sebagai tujuan di hadapan mata mereka dan selalu menghilangkan kepentingan pribadi, pasti negeri ini tidak akan kehilangan sejengkal tanahnya. Tetapi memang hanya orang-orang tertentu saja yang mampu berpikir bijak.” Khilafah kita berakhir karena sebab-sebab itu. Kalau tidak ingin kepedihan ini terulang, jangan lagi mengulangi kesalahan. Jangan lagi masuk ke lubang yang sama.

Ahmad bin Khidir menikahi Umu Ali. Setelah pernikahan, Ahmad Khidir beserta istri datang kepada Abu Yazid Al-Bustomi. Sang istri memalingkan wajahnya. Ahmad bertanya, “Mengapa kamu memalingkan wajahmu?” Istrinya menjawab, “Karena setiap aku memandang wajah Abu Yazid, hilanglah semangat jiwaku. Dan setiap aku memandangmu semangat jiwaku bangkit.” Setelah itu mereka berdua keluar. Ahmad berkata kepada Abu Yazid, “Nasehati aku.” Dengan singkat Abu Yazid menjawab, “Belajarlah dari istrimu.”

Ya, pesan singkat bermakna padat. Umu Ali mengetahui sebab kehilangan sesuatu dalam jiwanya. Maka dia pun menghindarinya. Pantas saja Abu Yazid hanya berpesan pendek, “Belajarlah dari istrimu.”

2. Bangkitkan Kenangan, Dimana Dulu Kita Mendapatkannya
Setiap kita mempunyai kenangan yang baik. Kenangan pada seseorang. Kenangan pada tempat. Kenangan pada suasana. Kenangan ini tentu masih terekam dalam ingatan. Bahkan mungkin tidak akan pernah terhapus oleh pergantian hari. Namun ada kalanya sebagian hidup kita terasa telah hilang. Boleh jadi kemesraan keluarga yang dulu ada kini entah ke mana perginya. Maka mungkin kita perlu mencoba mendatangi tempat pertama kali kita mengukir kemesraan itu. Atau mengembalikan suasana mesra yang dulu.

Ini hanyalah bagian dari cara untuk membangkitkan kebaikan yang dulu ternyata pernah bisa kita lakukan. Boleh jadi dulu kita pernah sering kali berpuasa atau sholat sunah. Namun kini kita tidak lagi melakukannya. Dan kita pun kehilangan kenyamanan hati seperti yang dirasakan ketika mengamalkan ibadah sunah.

Maka mungkin kita perlu mencoba untuk napak tilas. Kita cari dan kita munculkan lagi tempat dan suasana yang membawa pada keinginan beribadah. Kita munculkan alasan dan pendorong yang dulu bersemayam di hati. Hingga kita bergairah untuk kembali mendekati Allah dengan melakukan amalan sunah yang berkualitas.

Dalam sejarah kita jumpai sebagian ulama sengaja memasukkan dirinya dalam liang lahat yang ia buat sendiri. Tentunya bukan karena ingin menyudahi atau meratapi hidupnya. Tetapi ia ingat di tempat itulah ia mendapatkan kembali semangat dan tekad untuk dekat kepada Allah. Hingga ia kembali dan kembali ke liang lahat yang sama, untuk menemukan semangat dan tekad yang hilang.

Marilah kita mencoba kembali ke belakang barang sesaat, untuk membangkitkan kenangan bahwa dulu kita pernah mengukir kebaikan. Dengan harapan, kenangan ini menjadi pemicu bangkitnya naluri kita untuk kembali berbuat kebaikan, yang mungkin hampir punah.

3. Jadikan Orang di Sekeliling Kita Sebagai Pengontrol
Kehilangan bisa jadi muncul akibat kita tidak sanggup menjaganya. Kalau demikian adanya, tentu kita harus membuat kontrol-kontrol diri yang akan menjaga semua yang kita miliki. Kita bisa menjadikan orang-orang disekeliling kita menjadi kontrol bagi perjalanan kita. Untuk memantau kita.

Teman merupakan partner yang semesti-nya bisa memberikan kontrol positif, Tanpa itu persahabatan tidaklah banyak berarti. Dari mereka kita bisa mendapatkan masukan, nasehat, peringatan dan teguran. Ini semua merupakan pengawas dan penyeimbang langkah.

Umar ra. menjadikan masyarakat sekeliling-nya sebagai pengontrolnya. Sewaktu pidato perdananya sebagai khalifah, ia tanpa basa basi berani menanyakan siapa yang bersedia mengontrolnya. Detik itu pula seorang anak muda menghunus pedang, dan dengan lantang mengatakan bahwa pedangnyalah yang akan mengontrol Umar, jika mulai menjauh dari arnanah.

Selain ternan, musuh pun bisa menjadi pengontrol langkah kita. Karena musuh selalu mencari kelemahan kita. Dengan demikian sebenarnya kita secara cuma-cuma sedang menuai kritik, yang boleh jadi sebagian atau keseluruhannya ternyata bernuansa positif.

Seorang ulama salaf berkata, “Kenikmatan dan orang-orang iri selalu beriringan. Jika ada kenikmatan di sana pasti ada orang yang iri. Maka jika tidak ada orang yang iri kepada Anda berarti Anda telah kehilangan banyak kebaikan dalam hidup.”

Kontrol inilah yang akan menjaga kita dari kehilangan untuk kedua kalinya. Kontrol inilah yang mengingatkan dan mencegah agar kita tidak sedih dan menangis untuk kasus kehilangan yang sama. Jadikanlah teman, lawan dan catatan sejarah sebagai cermin yang bening. Tempat kita melihat apa yang hilang dari wajah kita. Untuk mengetahui apakah seraut wajah cerah belum hilang dari kita.

4. Carilah Kembali Mutiara yang Hilang
Yang hilang mungkin kembali lagi. Yang pergi mungkin diharapkan datang lagi. Terus mencari agar ia kembali dan datang lagi adalah usaha yang tak boleh henti. Berbagai upaya harus diupayakan agar apa yang pernah hilang kembali lagi. Kerinduan pada Al-Qur’an harus dimunculkan kembali, Kenikmatan sholat malam harus diraih kembali. Kembalinya kedamaian di keluarga harus terus diupayakan jalannya. Keberkahan negeri yang pernah diraih harus dicoba untuk dikembalikan.

Tidak ada kata terlambat. Karena “mutiara” itu mungkin hanya terselip dari pandangan rnata kita. Mungkin kita hanya butuh sedikit lelah fisik dan lelah hati, kemudian “mutiara” itu akan berada di tangan kita lagi. Setelah “mutiara” itu kembali, ada rasa bahagia yang tidak terlukiskan. Bahkan kita bisa lebih bahagia dibandingkan ketika kita memegangnya pertama kali,

Tiga sahabat yang dihukum karena tidak ikut perang Tabuk sangat tersiksa. Mereka tidak disapa oleh sahabat yang lain sebagai konsek-wensi hukuman. Ini bukanlah hal yang ringan. Apalagi pihak musuh telah menawarkan untuk menampung mereka dan meninggalkan komunitas muslim. Komunitas di mana mereka pernah hidup dengan begitu damainya. Mereka telah kehilangan sesuatu yang sangat mahal dalam hidup, yaitu diterima di lingkungannya.

Meski demikian upaya taubat mereka tidak pernah putus. Mereka memohon ampun kepada Allah tiada henti. Agar diterima kembali oleh lingkup generasi terbaik itu. Sebagai manusia biasa, di hati mereka pun ada rasa lelah. Namun mereka sadar bahwa mereka harus mencari kembali “mutiara” yang hilang. Sampai akhirnya derita itu berakhir, karena tidak ada usaha yang disia-siakan Allah.

Ketika wahyu sebagai tanda ampunan Al-lah turun, mereka seakan mendapat nyawa baru. Sebelum peristiwa itu, sebenarnya mereka sering disapa sahabat lain, dan ini adalah hal yang biasa. Namun setelah peristiwa itu, sapaan jadi terasa begitu berarti. Seakan mereka hidup kembali, setelah terasing sekian lama. Mereka mendapatkan lagi “mutiara” yang sempat hilang selama lima puluh hari.

Apa yang hilang dari kita harus kita cari kembali. Andalus mercusuar kejayaan Islam telah hilang. Palestina kiblat pertama kita telah direnggut. Dengan rasa optimis tinggi dan usaha tak kenal lelah kita berharap “mutiara” itu jatuh ke tangan kita lagi. Meski mungkin perlu waktu yang tidak sebentar, namun langkah mesti segera dibangun.

5. Titipkan Semuanya kepada Allah
Menitipkan kepada Allah berarti menitip-kan kepada Dzat yang Maha Menjaga, Bintang gemintang dan segala benda angkasa luar yang tidak terhitung jumlahnya terjaga semuanya. Karena hanya Dialah yang Maha Menjaga. Tidak rusak dan tidak hilang apa yang dititip-kan kepada-Nya.

Sebagaimana yang dilakukan oleh Abu Hurairah ketika hendak melepas seorang teman-nya. “Kesinilah aku lepas engkau dengan cara Nabi melepas orang yang hendak pergi, ‘Aku titipkan engkau kepada Allah yang tidak akan pernah hilang apa yang dititipkan kepada-Nya.’”

Titipkan diri ini agar tidak banyak kehilangan kebaikan. Titipkan generasi ini agar tidak hilang tersesat di belantara dunia. Titipkan negara ini agar dijaga dan tetap dilimpahkan keberkahan. Titipkan hati ini agar tetap menjadi pencetus ide-ide kebaikan.

Ketika kita mulai khawatir akan kehilangan sesuatu, maka segeralah berdialog dengan Allah, agar Dia menjaga kita dan menjaga apa-apa yang kita takutkan akan hilang. Bahkan ketika kita sudah kehilangan, mintalah agar Allah mengembalikan kepada kita apa yang telah pergi.

Ketika Said kehilangan barang berharga, Hasan Al-Bisri berkata, “Pergi dan ambillah wudhu kemudian sholatlah dua rakaat dan berdoalah, Wahai Dzat yang Maha Lembut, Maha Pemberi, Maha Pengasih, Maha Hidup, Maha Berdiri Sendiri, Pencipta langit dan bumi, Yang Mempunyai keagungan dan keutamaan, ampunilah aku dan kembalikan yang hilang dariku,” Tak lama berselang, Said kembali kepada Hasan dengan barang berharga yang hilang sudah di tangannya kembali.

Meminta tolong dan menggantungkan harapan kepada sesama manusia, seringkali tidak mendatangkan solusi. Bahkan bisa menyesatkan. Berpindahlah pada Allah yang Maha Mengetahui ke mana perginya yang hilang dan “tempat menitip” yang paling aman, karena apa yang kita miliki tidak mungkin rusak dan hilang.

Yang telah hilang dari kita mungkin amatlah banyak. Sebelum berbuntut penyesalan berkepanjangan dan hanya menambah penderitaan, maka cepatlah bertindak yang benar ketika kita kehilangan. Wallahu’alam.-

Sumber: http://generasighuraba.multiply.com/journal/item/455/Menangis_Saja_Tidak_Cukup_

PERINGATAN / AMARAN:
SLIDE DAN ISI ARTIKEL YANG ADA DALAM FILE TIDAK BOLEH DIBACA OLEH MANUSIA BODOH, YAITU MANUSIA YANG MENOLAK PERJUMPAAN DENGAN HARI AKHIRAT.

HANYA MANUSIA BODOH YANG BERANGGAPAN DUNIA INI MASIH BERUMUR RIBUAN TAHUN.

SEDANGKAN JUMHUR ULAMA MENGATAKAN BAHWA ABAD MILLENNIUM INI ADALAH ABAD MEMASUKI AKHIR ZAMAN. DIMANA KITA AKAN BERHADAPAN DENGAN PERKARA-PERKARA PELIK AKHIR ZAMAN.

WALLAHU A’LAM.

PERHITUNGAN UMUR UMAT ISLAM dan TAHUN KEDATANGAN IMAM MAHDI

Segala pemujaan dan pujian hanyalah bagi ALLAH yang Maha Suci dan Maha Agung. Satu-satunya Tuhan yang harus disembah. Tidak ada sekutu bagi ALLAH sang penguasa alam ghaib, DIA pemilik segala rahasia dan ditangan ALLAH langit dan bumi. Salam dan selawat senantiasa tercurah kepada insan utama Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam pemimpin kaum mukmin.

Presentasi ini membahas perkara perhitungan umur umat Islam, yang belum pernah dipublish secara berantai lewat mailing list, insya ALLAH hanya di milis Cinta-Rasul. Perkara ini sangatlah besar dan menurut sebagian manusia dianggap sebagai khurafat dan bidaah, tetapi bagi kita kaum Ahlus Sunnah (Sunni) adalah lebih baik mengambilnya sebagai iktibar agar kita senantiasa bersiap diri menghadap ALLAH subhanahu wa ta’ala. Kita tahu bahwa urusan kiamat adalah hak mutlak milik ALLAH saja, bahkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam juga tidak mengetahuinya, namun beliau mengisyaratkan tanda-tandanya. Dan adalah kita berusaha untuk memahaminya.

Ingat! Kita adalah kaum ahlus sunnah, tujuan presentasi kita ini hanya menyeru kepada manusia agar senantiasa mengingat ALLAH agar berbakti kepada-NYA dengan bersegera  mengerjakan perintah-NYA dan menjauhi larangan-NYA. Time is running away. Janganlah kita mati dengan membawa kebodohan dan kedunguan kita yang tidak mempergunakan mata, telinga, otak, akal dan hati yang telah diberikan ALLAH subhanahu wa ta’ala untuk melihat tanda-tanda kekuasaan-NYA Yang Maha Besar.
Pada file ini kita hanya mengambil 3 pendapat dari ulama-ulama yang terkenal dalam ajaran Ahlussunnah wal Jamaah yaitu dari:

1. Al Hafidz Ibnu Hajar al-Asqalani dari Mazhab Syafi’i
2. Jalaluddin As Suyuthi (Imam Suyuthi)
3. Imam Ibnu Rajab al Hanbali
Kita menganggap pendapat mereka bertiga sangat rasional, sehingga sebagaimana tujuan para Imam itu menyeru kepada manusia agar senantiasa bersiap diri dan mengerjakan amal ibadah yang banyak, maka demikian pula halnya dengan kita yang berharap agar manusia yang tertidur kembali terjaga, agar manusia yang lalai dalam agamanya menjadi kembali kepada sunnah Rasulnya, dan agar kita mati dan menghadap ALLAH subhanahu wa ta’ala dalam keadaan ridha dan diridhai.

abillahit taufiq wal hidayah.

AL HAFIDZ IBNU HAJAR

Menurut pendapat Ibnu Hajar:
Umur umat Yahudi adalah umur umat Nasrani ditambah dengan umur umat Islam.

Para ahli sejarah mengatakan bahwa Umur umat Yahudi yang dihitung dari diutusnya Nabi Musa alaihis salam hingga diutusnya Nabi Isa alaihis salam adalah 1500 tahun.

Kemudian dengan adanya hadis:

Dari Salman Al Farisi ia bercerita bahwa “Masa-masa antara Isa dan Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam adalah selama 600 tahun”. [HR. Bukhari]

Sehingga umur umat Nasrani yang dihitung dari sejak diutusnya Nabi Isa (Yesus) alaihis salam hingga diutusnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam adalah 600 tahun.

Sehingga akan didapat:

Umur Yahudi = Umur Nasrani + Umur Islam

1500 tahun    =    600 tahun   +  900 tahun

Kemudian Ibnu Hajar dalam Kitabnya mengatakan adanya tambahan 500 tahun sesuai hadis marfu yaitu:

Dari Sa’ad bin Abu Waqqash, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda: “Sesungguhnya saya berharap agar umatku tidak akan lemah di depan Tuhan mereka dengan mengundurkan (mengulurkan) umur mereka selama setengah hari”. Kemudian Sa’ad ditanyai orang: Berapakah lamanya setengah hari itu? Ia (Sa’ad) menjawab: “Lima ratus tahun”.

[hadis shahih riwayat Ahmad, Abu Dawud, Al Hakim, Abu Nu’aim dan disahihkan oleh Al Albani]

Jadi total umur Islam menurut Ibnu Hajar adalah 900 + 500 tahun = 1400 tahun lebih, belum termasuk tambahan (karena tidak mungkin umur itu bernilai genap)

Sekarang kita berada di tahun 1429 Hijriah (2008 Masehi), berarti sudah melewati lebih dari 1400 tahun itu. Sedangkan tambahan yang dimaksud itu mungkin adalah umur Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, karena Islam adalah agama yang dibawa oleh beliau. Juga ditambah dengan 13 tahun karena awal penulisan tahun Hijriah dimulai pada saat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam hijrah ke Madinah. Dan 13 tahun adalah ketika beliau di Makkah.

Sehingga umur Islam adalah:

1400 + 63 (umur Nabi) + 13 (tahun sebelum hijrah) = 1476 tahun

Jika dikurangi dengan masa kita hidup ini yaitu 2008 Masehi atau 1429 Hijirah, berarti 1476 – 1429 = 47 tahun.

“47 tahun adalah sisa umur umat Islam dari hari ini.”

Apakah pada tahun 2055 Masehi Islam sudah hilang dari muka bumi???

Hanya ALLAH yang mengetahuinya. Maka sebagai manusia yang berakal dan beriman, sudah sepantasnya kita bersiap dan berbenah diri dengan mempersiapkan dan memperbaiki segala amal ibadah.

IMAM AS SUYUTHI

Menurut Imam Suyuthi:
Umur umat Islam adalah jumlah umur dunia dikurangi dengan umur-umur Nabi/Rasul sejak Nabi Adam alaihi salam hingga diutusnya Nabi Muhammad SAW

Perhitungan umur umat Islam menurut beliau terdiri dari 3 materi yaitu:

(1)Perhitungan umur dunia

(2)Perhitungan umur umat-umat yang terdahulu sejak Nabi Adam hingga diutusnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam

(3)Perhitungan jarak waktu sejak ditutupnya pintu taubat (yaitu sejak matahari terbit di barat) hingga ketika Tiupan Pertama sangkakala kiamat.

Dimana kemudian akan didapat rumus bahwa:

Umur umat Islam = [1. Umur dunia] – [2. Umur umat terdahulu] – [3. Jarak waktu]

(1) PERHITUNGAN UMUR DUNIA

Dari Abu Hurairah ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Hari yang terbit matahari padanya yang paling baik adalah hari jumat, pada hari itu Adam diciptakan, pada hari itu ia dimasukkan ke dalam surga, pada hari itu pula ia dikeluarkan darinya, dan tidak akan terjadi hari kiamat kecuali pada hari jumat.

[HR. Muslim, Tirmizi & Ahmad]

Dari hadis diatas diketahui bahwa perhitungan umur dunia dihitung sejak dikeluarkannya Nabi Adam alaihis salam ke bumi hingga saat kiamat adalah dari hari Jumat ke hari Jumat, yaitu berlalu selama 1 minggu akhirat (7 hari akhirat).

Sedangkan dalam Al Quran surah 32 As Sajdah ayat 5 yang berbunyi:

“DIA mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-NYA dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu”.

Maka dapat diketahui bahwa 1 (satu) hari disisi ALLAH itu adalah 1000 tahun dunia. Jadi umur dunia adalah 7000 tahun.

2) PERHITUNGAN UMUR UMAT YANG TERDAHULU

Dari Ibnu Abbas, dari (cerita) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam (kepadanya), kemudian ia berkata: “Umur Adam adalah 1000 tahun”. Kemudian ia berkata: Antara Adam dengan Nuh adalah 1000 tahun, dan antara Nuh dengan Ibrahim adalah 1000 tahun, dan antara Ibrahim dengan Musa adalah 700 tahun, dan antara Musa dengan Isa adalah 1500 tahun, sedangkan antara Isa dengan Nabi kita adalah 600 tahun.

[HR. Hakim]

Jadi dapat dihitung bahwa masa (umur umat terdahulu) adalah 1000 + 1000 + 700 + 1500 + 600 = 4800 tahun.

Nabi Adam adalah manusia pertama, sehingga umur dunia tidak dihitung dari tahun sebelum Adam, melainkan dihitung sejak beliau diturunkan ke bumi.

(3) PERHITUNGAN WAKTU ANTARA TERBITNYA MATAHARI DARI ARAH BARAT HINGGA DITIUPNYA SANGKAKALA KIAMAT

Hadis-hadis yang menerangkan tentang perhitungan waktu ini adalah:

1. Dari Abdullah bin Umar, ia berkata: “Manusia akan menetap setelah terbitnya matahari dari tempatnya terbenam selama 120 tahun.”

(hadis shahih mauquf riwayat Ahmad, Thabrani, Ibnu Abu Syibah dan Abdul Razzaq, Al Haitsami mengatakan para perawinya wara dan terpercaya)

2. Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Jarak waktu antara dua tiupan itu adalah empat puluh. Mereka bertanya: Wahai Abu Hurairah, apakah 40 hari? Ia menjawab: Aku tidak dapat menyebutkan. Mereka bertanya lagi: 40 bulan? Ia menjawab (kembali): Aku tidak dapat menyebutkan. Mereka bertanya lagi: 40 tahun? Ia (kembali) menjawab : Aku tidak dapat menyebutkan. Kemudian ALLAH menurunkan hujan, sehingga mayat-mayat tumbuh (bangkit) seperti tumbuhnya tanaman sayuran. Tidak ada satu bagian tubuh manusia kecuali semua telah hancur selain satu tulang, yaitu tulang ekornya dan dari tulang itulah jasad manusia akan disusun kembali pada hari kiamat.

(HR. Bukhari, Muslim, Nasai, Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmad & Malik)

3. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ALLAH mengumpulkan orang-orang yang awal dan orang-orang yang yang terakhir pada suatu hari yang dimaklumkan yaitu selama 40 (empat puluh) tahun dalam keadaan menengadah dan membelalakkan kedua mata mereka ke langit untuk menunggu keputusan pengadilan dan ALLAH akan turun dalam lindungan awan-awan.

(Hadis hasan riwayat Adz Dzahabi dan dihasankan pula oleh Al Albani)

4. Dalam suatu hadis shahih (dari Saad bin Abi Waqash) dikatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda: Hari dimana manusia akan berdiri menghadap Tuhan semesta alam adalah selama setengah hari (Beliau menerangkan Al Quran surah ke-83 Al Muthaffifin).

Sudah kita ketahui bahwa setengah hari akhirat adalah 500 tahun. Hal ini bersesuaian dengan hadis Bukhari dan Muslim yang mengatakan bahwa “Kaum fakir miskin akan memasuki sorga sebelum orang-orang kaya selama setengah hari yaitu selama 500 tahun.

Perhitungan waktu menjelang kiamat adalah sebagai berikut:

1.Dihitung sejak terbit matahari dari arah Barat adalah karena setelah perkara itu terjadi maka tidak ada lagi dosa yang diampuni, segala pintu tobat ditutup, dan tidak diterima lagi syahadat. Artinya tidak ada lagi Islam.

2.Dan diakhiri hingga manusia berdiri di padang Mahsyar menghadap ALLAH adalah karena saat itu manusia baru dibangkitkan dari kubur dan belum dihisab.

3.Dari hadis-hadis di depan, maka kita ketahui jarak waktu:

•Matahari dari arah barat ~ tiupan pertama = 120 tahun

•Tiupan pertama ~ tiupan kedua = 40 tahun

•Tiupan kedua ~ kebangkitan seluruh manusia = 40 tahun

•Kebangkitan ~ perhisaban (penentuan sorga dan neraka) = 500 tahun

Sehingga, dapat disimpulkan bahwa jarak waktu dari terbitnya matahari dari arah Barat hingga berdiri di padang Mahsyar adalah 120 + 40 + 40 + 500 = 700 tahun

Kesimpulan perhitungan Imam Suyuthi:

Umur dunia = umur umat terdahulu + umur umat Islam + masa hari akhir

Telah kita ketahui bahwa:

•Perhitungan umur dunia adalah 7000 tahun

•Perhitungan umur umat-umat terdahulu adalah 4800 tahun

•Perhitungan masa sejak ditolaknya syahadat hingga kiamat adalah 700 tahun

Sehingga dapat dihitung,

Umur umat Islam = 7000 – 4800 – 700 = 1500 tahun

Kemudian dikurangi dengan masa kenabian dan kerasulan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, sehingga didapat bahwa sisa umur umat Islam adalah: 1500 – 23 = 1477 tahun

Darimana angka 23?

Sebagaimana kita ketahui bahwa sejak diutusnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam hingga beliau wafat adalah 23 tahun, dimana 13 tahun beliau SAW berada di Makkah, kemudian diperintahkan ALLAH untuk hijrah ke Madinah, disini beliau berdakwah hingga beliau wafat selama 10 tahun. Dan penulisan kalender Hijriah dihitung pada saat beliau Hijrah.

Imam Suyuthi menambahkan dalam kitabnya yang berjudul Al Kassaf ketika menerangkan tentang keluarnya Imam Mahdi ‘alaihis salam berkata: “Hadis-hadis hanya menunjukkan bahwa masa-masa (umur) umat ini (Islam) lebih dari 1000 tahun dan tambahannya sama sekali tidak lebih dari 500 tahun.

Jika umur Islam = 1477 tahun, dan sekarang kita berada di tahun 2008 Masehi atau 1429 Hijriah.

Maka sisa umur Islam adalah: 1477 – 1429 = 48 tahun.

“48 tahun adalah sisa umur umat Islam sejak masa ini.”

Jadi tahun 2056 masehi akan terjadi kegoncangan? Wallahu a‘lam.

IMAM IBNU RAJAB AL HANBALI

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda: Sesungguhnya masa menetap kamu dibandingkan dengan umat-umat yang telah berlalu adalah seperti jarak waktu antara salat Ashar hingga terbenamnya matahari.

Hadis diatas diriwayatkan dari Ibnu Umar oleh Imam Bukhari. Dan menurut penafsiran Ibnu Rajab, “umat-umat yang telah berlalu” itu adalah umat Nabi Musa (yahudi) dan umat Nabi Isa (nasrani) karena ada hadis sahih lain yang berbunyi seperti itu yang intinya membandingkan Islam dengan Ahli Kitab.

Beliau telah meletakkan keseluruhan masa dunia adalah seperti satu hari penuh dengan siang dan malamnya. Beliau menjadikan waktu yang telah berlalu dari umat-umat terdahulu dari masa Nabi Adam hingga Nabi Musa seperti waktu satu malam dari hari tersebut, dan waktu itu adalah 3000 tahun. Kemudian beliau menjadikan masa umat-umat yahudi, nasrani dan Islam adalah seperti waktu siang dari hari tersebut, maka berarti waktu itu juga 3000 tahun.

Kemudian beliau menafsirkan hadis Bukhari lainnya bahwa masa-masa amaliah umat Bani Israil (umat Nabi Musa) hingga datangnya Nabi Isa seperti setengah hari pertama, dan masa amaliah umat Isa adalah seperti waktu salat Zuhur hingga salat Ashar, dan masa amaliah umat Islam adalah seperti sesudah salat Ashar hingga terbenamnya matahari.

Jadi perhitungan menurut Ibnu Rajab itu sebagai berikut:

• Masa umat-umat Adam hingga Musa = satu malam penuh = 3000 tahun

• Masa umat-umat (yahudi – nasrani – Islam) = satu siang penuh = 3000 tahun

• Umur Yahudi = setengah hari dari siang tersebut = ½ dari 3000 = 1500 tahun

• Umur Nasrani = mengikuti hadis Muslim dari Salman al Farisi yaitu = 600 tahun

Maka umur umat Islam adalah 1500 – 600 = 900 tahun. Kemudian 900 tahun ini ditambahkan lagi 500 tahun (setengah hari akhirat) sebagaimana hadis dari Saad bin Abu Waqash riwayat Abu Dawud, Ahmad (yang ada dihalaman terdahulu).

Sehingga umur Islam menurut Ibnu Rajab adalah 900 + 500 = 1400 tahun, belum termasuk tambahan tahun. Namun beliau tidak menyebut berapa tahun tambahannya.

Perhitungan ini sama dengan method yang digunakan oleh Ibnu Hajar.

KESIMPULAN TIGA PENDAPAT

1.Umur Umat Islam menurut Al Hafidz Ibnu Hajar Al-Asqalani adalah 1476 tahun. Atau sisa 48 tahun lagi dari sekarang (2008).

2.Umur Umat Islam menurut Jalaluddin As-Suyuthi adalah 1477 tahun. Atau sisa 49 tahun lagi dari sekarang (2008).

3.Umur Umat Islam menurut Ibnu Rajab Al-Hanbali adalah lebih dari 1400 tahun.

APA YANG TERJADI JIKA UMUR UMAT ISLAM SUDAH BERAKHIR???

Setelah umur umat Islam berakhir (ditandai dengan wafatnya Nabi Isa Al-Masih), maka setelah itu kita orang Islam masih hidup. Ada yang mengatakan selama 40 tahun lagi. Namun selama itu tidak ada lagi mualaf (orang yang masuk Islam) dan syahadat yang diterima [artinya tidak ada lagi orang yang diterima masuk Islam], tidak ada lagi tobat yang diterima, karena pada akhir Umur Umat Islam itu matahari akan terbit dari arah Barat.

Kemudian manusia akan kembali kepada kekafiran dan kemunafikannya, bahkan lebih merajalela lagi.

PERHITUNGAN TAHUN KELUARNYA IMAM MAHDI ALAIHIS SALAM

SEKILAS TENTANG IMAM MAHDI

Kepercayaan terhadap kedatangan Imam Mahdi termasuk salah satu syariat dalam ajaran Islam ahlussunnah wal jamaah. Nama beliau tidak termaktub dengan terang dalam Bukhari dan Muslim melainkan hanya istilah Khalifah akhir zaman. Namun nama Imam Mahdi banyak disebut dalam kitab lain seperti As-Sunnan dan Al-Musnad oleh ahli-ahli hadis: Tirmizi, Nasa’i, Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmad dan lainnya. Bahkan derajat hadis yang menyatakan tentang Imam Mahdi mencapai tingkat mutawwatir dan shahih.

Adapun Imam Mahdi adalah pemimpin pertama sebelum manusia yang sebenarnya paling kita tunggu yaitu Nabi Isa ‘alaihissalam. Tentang kedatangan kembali Nabi Isa ini dengan terang disebut dalam banyak hadis Bukhari dan Muslim. Sehingga mahsyur lah keyakinan akan datangnya Imam Mahdi dan Nabi Isa.

Tentang kehadiran Imam Mahdi dan Nabi Isa, masih masyarakat banyak yang tidak mempercayainya. Mereka menganggapnya dusta, tahayul dan khurafat. Kepada masyarakat yang beranggapan begitu maka pantaslah kita sebut sebagai manusia bodoh, karena menolak hadis-hadis Rasulullah.

KILAS TENTANG IMAM MAHDI

Apa pentingnya Imam Mahdi dan Nabi Isa pada zaman kita?

Mereka berdua sangat penting dalam Islam, mereka akan menentukan hukum Islam yang sebenar-benarnya sesuai syariat ALLAH yang dibawa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sehingga tidak ada lagi perselisihan dalam agama. Tidak ada lagi perbedaan Mazhab, semua akan melebur menjadi satu yaitu ahlussunnah sejati.

Imam Mahdi dan Nabi Isa adalah para pemimpin yang akan memutuskan siapakah di antara kita yang paling benar, apakah Salafyin, apakah Ikhwanul Muslimin & Hizbut Tahrir, apakah Syafi’i, Hanbali, Maliki atau Hanafi, ataukah aliran Thariqat dan lainnya. Kemudian Imam Mahdi dan Nabi Isa akan menuntun kita kepada kebenaran Islam yang mana tidak akan ada lagi perselisihan.

Dan di tangan Imam Mahdi dan Nabi Isa lah kemenangan Islam secara global ke seluruh dunia, menghancurkan sistem liberal dominasi Amerika Serikat dan Israel beserta sekutunya.

Demi ALLAH, Islam pastilah tidak akan dipecundangi oleh orang-orang kafir. Setelah gelap pasti terbitlah terang.

Sumber: http://myquran.org/forum/index.php/topic,44596.0.html

Anaku…. Ini surat dari ibu yang tersayat hatinya. Linangan air mata bertetesan deras menyertai tersusunnya tulisan ini. Aku lihat engkau lelaki yang gagah lagi matang. Bacalah surat ini. Dan kau boleh merobek-robeknya setelah itu, seperti saat engkau meremukkan kalbuku sebelumnya.

Sejak dokter mengabari tentang kehamilan, aku berbahagia. Ibu-ibu sangat memahami makna ini dengan baik. Awal kegembiraan dan sekaligus perubahan psikis dan fisik. Sembilan bulan aku mengandungmu. Seluruh aktivitas aku jalani dengan susah payah karena kandunganku. Meski begitu, tidak mengurangi kebahagiaanku. Kesengsaraan yang tiada hentinya, bahkan kematian kulihat didepan mataku saat aku melahirkanmu. Jeritan tangismu meneteskan air mata kegembiraan kami.

Berikutnya, aku layaknya pelayan yang tidak pernah istirahat. Kepenatanku demi kesehatanmu. Kegelisahanku demi kebaikanmu. Harapanku hanya ingin melihat senyum sehatmu dan permintaanmu kepada Ibu untuk membuatkan sesuatu.

Masa remaja pun engkau masuki. Kejantananmu semakin terlihat, Aku pun berikhtiar untuk mencarikan gadis yang akan mendampingi hidupmu. Kemudian tibalah saat engkau menikah. Hatiku sedih atas kepergianmu, namun aku tetap bahagia lantaran engkau menempuh hidup baru.

Seiring perjalanan waktu, aku merasa engkau bukan anakku yang dulu. Hak diriku telah terlupakan. Sudah sekian lama aku tidak bersua, meski melalui telepon. Ibu tidak menuntut macam-macam. Sebulan sekali, jadikanlah ibumu ini sebagai persinggahan, meski hanya beberapa menit saja untuk melihat anakku.

Ibu sekarang sudah sangat lemah. Punggung sudah membungkuk, gemetar sering melecut tubuh dan berbagai penyakit tak bosan-bosan singgah kepadaku. Ibu semakin susah melakukan gerakan.

Anakku…
Seandainya ada yang berbuat baik kepadamu, niscaya ibu akan berterima kasih kepadanya. Sementara Ibu telah sekian lama berbuat baik kepada dirimu. Manakah balasan dan terima kasihmu pada Ibu ? Apakah engkau sudah kehabisan rasa kasihmu pada Ibu ? Ibu bertanya-tanya, dosa apa yang menyebabkan dirimu enggan melihat dan mengunjungi Ibu ? Baiklah, anggap Ibu sebagai pembantu, mana upah Ibu selama ini ?

Anakku..
Ibu hanya ingin melihatmu saja. Lain tidak. Kapan hatimu memelas dan luluh untuk wanita tua yang sudah lemah ini dan dirundung kerinduan, sekaligus duka dan kesedihan ? Ibu tidak tega untuk mengadukan kondisi ini kepada Dzat yang di atas sana. Ibu juga tidak akan menularkan kepedihan ini kepada orang lain. Sebab, ini akan menyeretmu kepada kedurhakaan. Musibah dan hukuman pun akan menimpamu di dunia ini sebelum di akhirat. Ibu tidak akan sampai hati melakukannya,

Anakku… Walaupun bagaimanapun engkau masih buah hatiku, bunga kehidupan dan cahaya diriku…

Anakku…
Perjalanan tahun akan menumbuhkan uban di kepalamu. Dan balasan berasal dari jenis amalan yang dikerjakan. Nantinya, engkau akan menulis surat kepada keturunanmu dengan linangan air mata seperti yang Ibu alami. Di sisi Allah, kelak akan berhimpun sekian banyak orang-orang yang menggugat.

Anakku..
Takutlah engkau kepada Allah karena kedurhakaanmu kepada Ibu. Sekalah air mataku, ringankanlah beban kesedihanku. Terserahlah kepadamu jika engkau ingin merobek-robek surat ini. Ketahuilah, “Barangsiapa beramal shalih maka itu buat dirinya sendiri. Dan orang yang berbuat jelek, maka itu (juga) menjadi tanggungannya sendiri”.

Anakku…
Ingatlah saat engkau berada di perut ibu. Ingat pula saat persalinan yang sangat menegangkan. Ibu merasa dalam  kondisi hidup atau mati. Darah persalinan, itulah nyawa Ibu. Ingatlah saat engkau menyusui. Ingatlah belaian sayag dan kelelahan Ibu saat engkau sakit. Ingatlah ….. Ingatlah…. Karena itu, Allah menegaskan dengan wasiat : “Wahai, Rabbku, sayangilah mereka berdua seperti mereka menyayangiku waktu aku kecil”.

Anakku…
Allah berfirman: “Dan dalam kisah-kisah mereka terdapat pelajaran bagi orang-orang berakal” [Yusuf : 111]

Pandanglah masa teladan dalam Islam, masa Rasulullah صلی الله عليه وسلم masih hidup, supaya engkau memperoleh potret bakti anak kepada orang tua.

KISAH TELADAN KEPADA ORANG TUA

Sahabat Abu Hurairah sempat gelisah karena ibunya masih dalam jeratan kekufuran. Dalam shahih Muslim disebutkan, dari Abu Hurairah, ia bercerita.

Aku mendakwahi ibuku agar masuk Islam. Suatu hari aku mengajaknya untuk masuk Islam, tetapi dia malah mengeluarkan pernyataan tentang Nabi yang aku benci. Aku (pun) menemui Rasulullah dalam keadaan menangis. Aku mengadu.

“Wahai Rasulullah, aku telah membujuk ibuku untuk masuk Islam, namun dia menolakku. Hari ini, dia berkomentar tentang dirimu yang aku benci. Mohonlah kepada Allah supaya memberi hidayah ibu Abu Hurairah”. Rasulullah bersabda : “Ya, Allah. Tunjukilah ibu Abu Hurairah”. Aku keluar dengan hati riang karena do’a Nabi. Ketika aku pulang dan mendekati pintu, maka ternyata pintu terbuka. Ibuku mendengar kakiku dan berkata : “Tetap di situ Abu Hurairah”. Aku mendengar kucuran air. Ibu-ku sedang mandi dan kemudian mengenakan pakaiannya serta menutup wajahnya, dan kemudian membuka pintu. Dan ia berkata : “Wahai, Abu Hurairah ! Asyhadu an Laa Ilaaha Illa Allah wa Asyhadu Anna Muhammadan Abduhu wa Rasuluhu”. Aku kembali ke tempat Rasulullah dengan menangis gembira. Aku berkata, “Wahai, Rasulullah, Bergembiralah. Allah telah mengabulkan do’amu dan menunjuki ibuku”. Maka beliau memuji Allah dan menyanjungNya serta berkomentar baik” [Hadits Riwayat Muslim]

Ibnu Umar pernah melihat lelaki menggendong ibunya dalam thawaf. Ia bertanya : “Apakah ini sudah melunasi jasanya (padaku) wahai Ibnu Umar?” Beliau menjawab : “Tidak, meski hanya satu jeritan kesakitan (saat persalinan)”.

Zainal Abidin, adalah seorang yang terkenal baktinya kepada ibu. Orang-orang keheranan kepadanya (dan berkata) : “Engkau adalah orang yang paling berbakti kepada ibu. Mengapa kami tidak pernah melihatmu makan berdua dengannya dalam satu talam”? Ia menjawab,”Aku khawatir tanganku mengambil sesuatu yang dilirik matanya, sehingga aku durhaka kepadanya”.

Sebelumnya, kisah yang lebih mengharukan terjadi pada diri Uwais Al-Qarni, orang yang sudah beriman pada masa Nabi, sudah berangan-angan untuk berhijrah ke Madinah untuk bertemu dengan Nabi. Namun perhatiannya kepada ibunya telah menunda tekadnya berhijrah. Ia ingin bisa meraih surga dan berteman dengan Nabi dengan baktinya kepada ibu, kendatipun harus kehilangan kemuliaan menjadi sahabat Beliau di dunia.

Dalam shahih Muslim, dari Usair bin Jabir, ia berkata : Bila rombongan dari Yaman datang, Umar bin Khaththab bertanya kepada mereka : “Apakah Uwais bin Amir bersama kalian ?” sampai akhirnya menemui Uwais. Umar bertanya, “Engkau Uwais bin Amir?” Ia menjawa,”Benar”. Umar bertanya, “Engkau dari Murad kemudian beralih ke Qarn?” Ia menjawab, “Benar”. Umar bertanya, “Engkau punya ibu?”. Ia menjawab, “Benar”. Umar (pun) mulai bercerita, “Aku mendengar Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda.

“Akan datang pada kalian Uwais bin Amir bersama rombongan penduduk Yaman yang berasal dari Murad dan kemudian dari Qarn. Ia pernah tertimpa lepra dan sembuh total, kecuali kulit yang sebesar logam dirham. Ia mempunyai ibu yang sangat dihormatinya. Seandainya ia bersumpah atas nama Allah, niscaya aku hormati sumpahnya. Mintalah ia beristighfar untukmu jika bertemu”.

(Umar berkata), “Tolong mintakan ampun (kepada Allah) untukku”. Maka ia memohonkan ampunan untukku. Umar bertanya, “Kemana engkau akan pergi?”. Ia menjawab, “Kufah”. Umar berkata, “Maukah engkau jika aku menulis (rekomendasi) untukmu ke gubernurnya (Kufah)?” Ia menjawab, “Aku lebih suka bersama orang yang tidak dikenal”.

Kisah lainnya tentang bakti kepada ibu, yaitu Abdullah bin Aun pernah memanggil ibunya dengan suara keras, maka ia memerdekakan dua budak sebagai tanda penyesalannya.

KISAH KEDURHAKAAN KEPADA ORANG TUA

Diceritakan ada lelaki yang sangat durhaka kepada sang ayah sampai tega menyeret ayahnya ke pintu depan untuk mengusirnya dari rumah. Sang ayah ini dikarunia anak yang lebih durhaka darinya. Anak itu menyeret bapaknya sampai kejalanan untuk mengusirnya dari rumahnya. Maka sang bapak berkata : “Cukup… Dulu aku hanya menyeret ayahku sampai pintu depan”. Sang anak menimpali : “Itulah balasanmu. Adapun tembahan ini sebagai sedekah dariku!”.

Kisah pedih lainnya, seorang Ibu yang mengisahkan kesedihannya : “Suatu hari istri anakku meminta suaminya (anakku) agar menempatkanku di ruangan yang terpisah, berada di luar rumah. Tanpa ragu-ragu, anakku menyetujuinya. Saat musim dingin yang sangat menusuk, aku berusaha masuk ke dalam rumah, tapi pintu-pintu terkunci rapat. Rasa dingin pun menusuk tubuhku. Kondisiku semakin buruk. Anakku ingin membawaku kesuatu tempat. Perkiraanku ke rumah sakit, tetapi ternyata ia mencampakkanku ke panti jompo. Dan setelah itu tidak pernah lagu menemuiku”

Sebagai penutup, kita harus memahami bahwa bakti kepada orang tua merupakan jalan lempang dan mulia yang mengantarkan seorang anak menuju  surga Allah. Sebaliknya, kedurhakaan kepada mereka, bisa menyeret sang anak menuju lembah kehinaan, neraka.

Hati-hatilah, durhaka kepada orang tua, dosanya besar dan balasannya menyakitkan. Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda.

“Artinya : Akan terhina, akan terhina dan akan terhina!” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullahj, siapakah gerangan ?” Beliau bersabda, “Orang yang mendapati orang tuanya, atau salah satunya pada hari tuanya, namun ia (tetap) masuk neraka” [Hadits Riwayat Muslim]

[Diadaptasi dari Idatush Shabirin, oleh Abdullah bin Ibrahim Al-Qa’rawi dan Ilzam Rijlaha Fatsamma Al-Jannah, oleh Shalihj bin Rasyid Al-Huwaimil]

[Disalin dari Majalah As-Sunnah Edisi 11/Tahun VIII/1425/2005M. Penerbiit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km 8 Selokaton Gondangrejo – Solo 57183]

Kata yovie nuno aku hancur ku terluka *its true* kata yovie nuno sebenarnya diriku masih mengharapkanmu *its true* kata yovie nuno jangan kau tolal dan buat ku hancur *its sure* kata yovie nuno andai saja engkau tau resahku karenamu *its true* kata yovie nuno dia untuk aku *ofcourse* kata yovie nuno sejuta cinta yang terindah *sure!* hufh inged yovie nuno ingad dy sangadh my luv mr. Cuek

kata dmasive aku terluka meliHatmu dengannya sungguh ku ingin kau menyadari *bener banged…*

1. Ayo ngaku km setia ga?

[] iya.

2. Dlm sehari biasanya km nerima brp sms/tlv dr co/ce yg bukan pcr km?

[] dha ga pnh..dha ekslusif saya buat co saya

3. Dlm sehari km brp kali smsin pcr km?

[] lbh dr 50 kadang bisa 100 lbh.

4. Misalnya pcr km lg sibuk bgd dan ga pnya wkt buat km gmana?

[] ngambek.

5. Kalau lg jalan dimall,trus pcr km gatel ngeliatin co2/ce2 cakep disekitarnya gmana?

[] saya ksh 2 detik untuk ngelirik mrka,namanya jg co,sifat buaya nya dha dr lahir.

6. Kalau tiba2 pcr km lupa hari ultah km?

[] putus,masa gw kek ga dianggep.

7. Kalau tiba2 pcr km sakit minta ditemenin k dokter tp mama km minta dianterin k pasar.km pilih siapa?

[] pilih yg sakit d..ke pasar bisa ditunda..

8. Kalau km nge gepin pcr km msh simpen foto mantanya?

[] klo br awal2 jadian y gw msh cuekin,tp klo dha jdian lama sm gw trus msh disimpen,namanya minta gw cerein..

9. Kalau pcr km tiba2 jatoh miskin gmana?

[] suruh kerja lbh giat

10. Km msh mau maafin ga kalo pcr km ternyata selingkuh?

[] GA AKAN!

Kamu putus sama pacar kamu and badan rasanya lunglai

Seperti juga hati kamu yang hancur berkeping-keping.

Sambil berusaha meyakinkan diri kamu bahwa masih banyak

“someone” else yang lebih keren di dunia ini,

percepatlah proses penyembuhan dengan saran-saran membangun ini.

MENANGISLAH!!!!
Angkat tinju tinggi-tinggi dan sesali diri: “Kok saya?”. Jatuhkan diri ke lantai dan pukullah lantai dengan penuh perasaan: “Masa sih akhirnya hanya begini saja?” Kalau perlu, kamu mengamuk dan sambunglah dengan cucuran air mata sambil menangisi kejamnya perbuatan umat manusia. Kalau kamu nggak bisa nangis, sewa film English Patient biar air mata mengalir deras.

BIARKAN KESEDIHAN MELANDA
Kamu boleh berduka cita. Ini lebih baik daripada memendam perasaan. Hanya saja, cobalah untuk tetap bersikap anggun. Jangan keliatan murung di hadapannya. Berakting sedih seperti pemain sinetron tidak ada pengaruhnya bagi orang lain.

CERITAKAN KESEDIHAN KAMU
pada teman dekat atau keluarga. Kalau kamu bilang nggak ada seorang pun yang memahami situasinya, kamu salah besar. Kita semua pernah mengalami trauma putus cinta, jadi kita semua mengerti dan ingin melupakannya. Tapi jangan muntahkan perasaanmu pada semua orang yang kamu temui. Asal tahu saja, banyak orang sering tidak peduli dengan perasaan orang lain.

JANGAN KHAWATIR
jika dia bertingkah seolah-olah berhasil mengangkat 10 ton beban dari pundaknya. Pria membutuhkan waktu lebih lama untuk mengakui dengan terus terang mengenai perasaannya. Cepat atau lambat dia akan memperlihatkannya juga. Untuk sementara, kamu boleh ngerasa senang.

JAUHKAN DIRI KAMU DARINYA
kalau itu membuatmu merasa lega. Asal aja kamu ingat-ingat lagi sulitnya untuk berlagak cuek pada saat kamu lagi butuh.

IKUTLAH LATIHAN KEBUGARAN
Aliran endorfin akan menaikkan semangat kamu dan siapa tahu kecengan cakep yang tersenyum lagi aerobik itu akan melambungkan hati kamu.

MULAILAH UNTUK MEMBACA BUKU
Susahnya kalau kehilangan kekasih adalah hilangnya seseorang untuk dirangkul. Membaca buku bermutu sebelum tidur, ternyata merupakan cara lebih ampuh.

NIKMATI BENDA-BENDA
yang dibenci dia semasa kamu masih bersamanya. Bakarlah minyak aromaterapi dengan bau yang keras, konsultasilah dengan psikolog, masaklah makanan vegetarian atau pakai pakaian yang kamu suka tanpa takut dikritik.

POTONGLAH RAMBUT KAMU
Secara simbolis memotang rambut berarti mengangkat beban dari pundak atau memulai sesuatu yang baru.

GANTI PARFUM KAMU
Kamu nggak memerlukan lagi bau-bauan yang biasanya mengingatkan kembali pada hari-hari yang indah bersamanya.

HABISKAN WAKTU BERSAMA TEMAN-TAMAN
Nikmatilah bergaul seperti masa-masa ABG dulu. Belief it, kamu bakal ngerasa lebih tenang setelah mendengat cerita sedih yang juga dialami teman-teman.

BERSIKAPLAH ASEKSUAL
dan hindari lawan jenis untuk sementara waktu. Cara ini akan melancarkan jalan kamu menuju ketenangan emosi. Tapi kalau kamu nggak bisa melupakan keinginan untuk bermesraan dengan sang mantan, anggap saja itu hal yang biasa. Putus cinta sudah pasti membuat orang lebih rindu. Kalau akhirnya kamu bisa bertemu lagi, bukan pertanda anda kembali menjalin hubungan yang sudah gagal itu.

BERPIKIRLAH SECARA MATANG
Yakinkan diri kamu kalau kejadian itu memang harus terjadi. Percaya pada kemampuan diri sendiri, itulah cara untuk menyembuhkan perasaan. Luapan kegembiraan tidak harus selalu berakhir di pelaminan. Putus cinta memang menyakitkan, tetapi tidak separah perceraian.

BUATLAH DUA DAFTAR BERBEDA
Pada satu daftar, catatlah apa yang bikin kamu nggak bahagia dalam hubungan kalian. Kemudian, pada daftar satunya lagi, tuliskan apa yang kamu harapkan dari sebuah hubungan. Pakailah kedua daftar itu untuk membantu menghilangkan pola pikir negatif anda, yaitu adanya perasaan di tolak oleh si dia.

DENGARKAN
jika teman-teman baik membeberkan kekurangan-kekurangan mantan kamu dan membantu kamu untuk memandang dia lebih realistis. Tetapi jangan teruskan pembicaraan yang bersifat ‘penuh kebencian’.

GANTILAH
barang-barang di tempat tinggal kamu yang mengingatkan kamu padanya. Kalau tinggal berdekatan pindahlah sementara waktu kalau perlu. Singkirkan foto-fotonya. Berhenti mendengarkan lagu-lagu yang pernah kalian senangi. Ciptakan suasana baru dengan membeli CD baru yang nggak ada hubungannya dengan kenangan masa lalu.

GUNAKAN SEMUA KEKUATAN KAMU
untuk mempertahankan keputusanmu. Hati kamu mungkin hancur lebur, tapi akhirnya apa yang tampak seperti kekuatan dari luar akan menjadi jalan keluar untuk penyembuhan di dalam diri kamu.

MANJAKAN DIRI KAMU
Kamu dipaksa berhenti untuk mikirin orang lain. So, kumpulin aja seluruh tenaga itu untuk diri sendiri.

LAWAN RASA TAKUT
Putus secara mendadak seperti dipaksa mengubah kebiasaan dengan tiba-tiba. Biar nggak takut menghadapinya sadari aja kamu mendapat pengalaman baru akibat perubahan itu, yaitu pematangan emosi yang ternyata bisa menguatkan watak.

CARILAH BANTUAN
Meskipun kamu udah berusaha sekuat tenaga dan segala upaya untuk menyembuhkan diri and tetep gagal, cobalah untuk berkonsultasi dengan ahlinya (Psikolog juga boleh!). Beberapa hal yang dapat membantu kamu untuk bangkit lagi, adalah menerima saran obyektif dari seorang teman yang pendengar setia, ngobrol dengan teman-teman dan memusatkan perhatian agar sembuh dari sakit hati & kehilangan.

SEMOGA BERHASIL !!!

Sumber : http://student.unpar.ac.id/~hmjmat/buletin71/artikel-02/TIPS&TRI.HTM